LAPORAN PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN (PMM)
MATA
KULIAH : PEMERIKSAAN MAKANAN dan
MINUMAN
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM.
SST., M.Kes
LAPORAN
PEMERIKSAAN
TIMBAL (Pb) DAN ARSEN (As) PADA MAKANAN
SRI NUR ALAM PO.71.4.221.15.1.037
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN
MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D-IV
T.A
2017/2018
PEMERIKSAAN
TIMBAL (Pb) DAN ARSEN (As)
A. DASAR
TEORI
Logam Timbal (Pb) sebagai gas buang kendaraan bermotor dapat membahayakan
kesehatan dan merusak lingkungan. Pb yang terhirup oleh manusia setiap hari
akan diserap, disimpan dan kemudian ditampung dalam darah. Bentuk kimia Pb
merupakan faktor penting yang mempengaruhi sifat-sifat Pb di dalam tubuh.
Komponen Pb organik misalnya tetraethil Pb segara dapat terabsorbsi oleh tubuh
melalui kulit dan membran mukosa. Pb organik diabsorbsi terutama melalui
saluran pencernaan dan pernafasan dan merupakan sumber Pb utama di dalam tubuh.
Tidak semua Pb yang terhisap atau tertelan ke dalam tubuh akan tertinggal di
dalam tubuh. Kira-kira 5-10 % dari jumlah yang tertelan akan diabsorbsi melalui
saluran pencernaan, dan kira-kira 30 % dari jumlah yang terisap melalui hidung
akan diabsorbsi melalui saluran pernafasan akan tinggal di dalam tubuh karena
dipengaruhi oleh ukuran partikel-partikelnya.
Arsen (As)
adalah salah satu logam toksik yang sering diklasifikasikan sebagai logam,
Tetapi lebih bersifat nonlogam. Tidak seperti logam lain yang membentuk kation,
Arsen (As) dialam berbentuk anion, seperti H2AsO4 (Ismunandar,
2004). Arsen (As) tidak rusak oleh lingkungan, hanya berpindah menuju air atau
tanah yang dibawa oleh debu, hujan, atau awan. Beberapa senyawa Arsen (As)
tidak bisa larut di perairan dan akhirnya akan mengendap di sedimen. Senyawa
arsen pada awalnya digunakan sebagai pestisida dan hibrisida, sebelum senyawa organic
ditemukan, dan sebagai pengawet kayu (Copper Chromated Arsenic (CCA)). Arsen
(As) dialam ditemukan berupa mineral, antara lain arsenopirit, nikolit,
orpiment, enargit, dan lain-lain. Demi keperluan industry mineral, Arsen (As)
dipanaskan terlebih dahulu sehingga As berkondensasi menjadi bentuk padat.
Arsen (As) berasal dari kerak bumi yang bila dilepaskan ke udara sebagai hasil
sampingan dari aktivitas peleburuan bijih baruan, Arsen (As) dalam tanah berupa
bijih, yaitu arsenopirit dan orpiment, yang pada akhirnya bisa mencemari air
tanah. Arsen (As) merupakan unsur kerak bumi yang berjumah besar, yaitu
menempati urutan keduapuluh dari unsure kerak bumi, sehingga sangat besar
kemungkinannya mencemari air tanah dan air minum. Jutaan manusia bisa terpapar Arsen
(As), seperti yang pernah terjadi di Bangladesh, India, Cina. Semua batuan
mengandung Arsen (As) 1-5 ppm. Kosentrasi yang lebih tinggi ditemukan pada
batuan beku dan sedimen. Tanah hasil pelapukan batuan biasanya mengandung Arsen
(As) sebesar 0,1–40 ppm dengan rata-rata 5-6 ppm.
B.
TUJUAN:
1. Untuk
mengetahui kadar timbal yang terdapat pada kue pukis banta-bantaeng.
2. Untuk
mengetahui kadar arsen yang terdapat pada udang pasar pa’baeng-baeng.
C. ALAT
DAN BAHAN:
·
Alat:
1. Timbangan
2. Labu
erlenmeyer
3. Gelas
ukur 50 ml
4. Spectroquant
5. Kuvet
6. Lumpang
dan alu
7. Botol
arsenic test
8. Gelas
ukur 10 ml
9. Botol
sampel
·
Bahan:
1. Cairan
pb
2. AS1
& AS2
3. Aquadest
4. Sampel
5. Kertas
strip arsen
D. PROSEDUR
KERJA:
1. Timbang
sampel udang dan pukis sebanyak 10 gr.
2. Setelah
itu masukkan masing-masing sampel ke dalam lumpang dan haluskan sambil
tambahkan 50 ml aquadest sedikit demi sedikit.
3. Setelah
ke dua sampel hancur masukkan masing-masing sampel ke dalam gelas ukur ukuran
80 ml sampai garis 50 ml.
4. Lalu
pindahkan lagi ke dua sampel ke dalam gelas sampel ukuran 10 ml sampai garis 5
ml.
5. Sampel
pukis yang telah dipindahkan ke dalam gelas sampel kita ukur kadar timbalnya (Pb),
sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen sebanyak 3 tetes, selanjutnya
pindahkan sampel ke dalam kuvet dan pastikan kuvet kering, ukur kadar timbalnya
menggunakan Spectroquant, tunggu dan catat hasilnya.
6. Setelah
mengukur kadar timbal (Pb) sampel pukis, selanjutnya kita ukur kadar arsen (As)
sampel udang.
7. Masukkan
sampel udang sebanyak 5 ml ke dalam gelas sampel 10 ml, selanjutnya pindahkan
ke dalam botol Arsenic Test dan tambahkan cairan AS1 dan AS2 masing-masing 1 ml
ke dalam sampel udang dan homogenkan setelah itu masukkan kertas Strip Arsen
dan tunggu selama 20 menit, tunggu dan catat hasilnya.
E. METODE
PRAKTIKUM
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang
didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan
berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan mengguankan monokromator prisma
atau kisi difraksi dengan detector Fototube. Dalam analisis cara
spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang
digunakan, yaitu daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm), daerah
Inframerah (700-3000 nm).
Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hokum
Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik (I0),melalui suatu media (larutan), maka
sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan sebagian
lagi dipancarkan (It). Transmitans adalah perbandingan intensitas cahaya yang
di transmisikan ketika melewati sampel (It) dengan intensitas cahaya mula-mula
sebelum melewati sampel (Io). Persyaratan hokum Lambert-Beer antara lain :
Radiasi yang digunakan harus monokromatik, rnergi radiasi yang di absorpsi oleh
sampel tidak menimbulkan reaksi kimia, sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus
homogeny, tidak terjadi flouresensi atau phosphoresensi, dan indeks refraksi
tidak berpengaruh terhadap konsentrasi, jadi larutan harus pekat (tidak encer).
Beberapa larutan seperti larutan Timbal (Pb2+) dalam
air tidak berwarna, supaya timbul earna larutan Pb diekstraksi dengan dithizone
sehinggaberubah menjadi berwarna merah. Larutan berwarna merah akan menyerap
radiasi pada daerah hijau. Dalam hal ini larutan Pb menunjukkan absorbans
maksimum pada panjang gelombang 515 nm.
a.
Jenis-jenis Spektrofotometri
Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis
berdasarkan sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya adalah sebagai
berikut :
1)
Spektrofotometri Vis (Visible)
Pada spektrofotometri ini yang
digunakan sebagai sumber sinar/energy dalah cahaya tampak (Visible). Cahaya
visible termasuk spectrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata
manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm. Sehingga semua sinar
yang dapat dilihat oleh mata manusia, maka sinar tersebut termasuk kedalam
sinar tampak (Visible).
2)
Spektrofotometri UV (Ultra Violet)
Berbeda dengan spektrofotometri
Visible, pada spektrofometri UV berdasarkan interaksi sampel dengan sinar UV.
Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat
digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy hydrogen. Dia merupakan
isotop hydrogen yang stabil tang terdapat berlimpah dilaut dan didaratan. Karena
sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata manusia maka senyawa yang dapat
menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna.
Bening dan transparan.
3)
Spektrofotometri UV-Vis
Spektrofotometri ini merupakan
gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber
cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat
yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV
dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem
spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan.
Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga
untuk sample tak berwarna. Spektroskopi ultraviolet-visible atau
spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis) melibatkan
spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan
cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan
inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara
langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di wilayah ini
dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik.
Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan
dengan transisi dari ground state ke eksited state. Penyerapan sinar uv
dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu :
a) Penyerapan oleh transisi electron
ikatan dan electron anti ikatan.
b) Penyerapan oleh transisi electron d
dan f dari molekul kompleks.
c) Penyerapan oleh perpindahan
muatan.
Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat
digambarkan sbb : E = hv
Dimana :
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
E = energy (joule/second)
h = tetapan plank
v = frekuensi foton
4) Spektrofotometri IR (Infra Red)
Spektrofotometri ini berdasar kepada
penyerapan panjang gelombang Inframerah. Cahaya Inframerah, terbagi menjadi
inframerah dekat, pertengahan dan jauh. Inframerah pada spektrofotometri adalah
adalah inframerah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang
2.5-1000 mikrometer. Hasil analisa biasanya berupa signalkromatogram hubungan
intensitas IR terhadap panjang gelombang. Untuk identifikasi, signal sampel
akan dibandingkan dengan signal standard.
Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang
didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan
standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata.
Persyaratan larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi
sinar tampak adalah larutan harus berwarna. Oleh karena itu metoda spektroskopi
sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri dan alatnya disebut dengan
kolorimeter. Kolorimeter didasarkan pada perubahan warna larutan yang sebanding
dengan perubahan konsentrasi komponen pembentuk larutan. Oleh karena itu aspek
kuantitatif merupakan tujuan pengukuran dengan metoda ini. Contohnya adalah
larutan nitrit dibuat berwarna dengan pereaksi sulfanila-mida dan
N-(1-naftil)-etilendiamin. Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah
tercapainya kesamaan warna bila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar
pada ke dua sisi larutan persis sama. Metoda ini dapat diterapkan untuk
penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan
menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang
merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna
berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut
telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Syarat pewarnaan ini antara lain :
1.
Warna yang
terbentuk harus stabil.
2.
Reaksi
pewarnaan harus selektif.
3.
Larutan
harus transparan.
4.
Kesensitifannya
tinggi.
5.
Ketepatan
ulang tinggi.
6.
Warna yang
terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi.
Cara analisis ini merupakan bahwa tua atau mudanya
suatu warna larutan zat atau senyawaan tergantung pada kepekatannya. Dalam
visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari matahari atau cahaya
lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang sederhana yang
disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila sebagai pengganti
ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric detektor maka alat itu
disebut kolorimeter photoelectric.
Metoda kolorimetri terbagi atas 2 bagian yaitu :
1.
Metoda
kolorimetri visual : Menggunakan mata sebagai detektornya.
2.
Metoda
fotometri : Menggunakan fotosel sebagai detektornya.
Dosen : Khiki Purnawati
Kasim. SST., M.Kes
Nama : Sri Nur Alam
Tingkat/Semester : II/4(Ganjil)
Parameter : Pemeriksaan Arsen (As) Dan Timbal (Pb) Pada
Makanan
HASIL
A.
Pukis
1,468/1000/mg/l
1,468
x 5 = 7,34 mg/l
Jadi,
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (Pb) pada kue pukis
banta-bantaeng, yaitu 7,34 mg/l.
B.
Udang
Dari
hasil yang diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (Pb) pada kue pukis
banta-bantaeng, yaitu 0 mg/l.
ANALISA
HASIL
Berdasarkan
hasil yang diperoleh, kami dapat menganalisa hasilnya, yaitu ke dua sampel
masing-masing harus di timbang sebanyak 10 ml, kemudian ke dua sampel dihaluskan
dengan lumpang dan alu dan masing-masing ditambahkan aquadest sebanyak 50ml.
Tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam masing-masing sampel hingga aquadest dan
sampelnya tercampur rata, setelah tercampur rata, masukkan masing-masing sampel
tersebut ke dalam gelas ukur 80 ml hingga mencapai garis 50 ml, kemudian
pindahkan lagi ke dalam gelas sampel 10 ml hingga mencapai garis 5 ml.
Masukkan
cairan reagen pada sampel pukis sebanyak 3 tetes, cairan reagen digunakan untuk
mengetahui kadar timbal pada sampel. Masukkan sampel kue pukis ke dalam kuvet,
pastikan kuvet tersebut kering agar Pb yang berasal dari tangan kita tidak ikut
terdeteksi dan hasilnya juga akurat, setelah itu masukkan ke dalam spectroquant
untuk mengukur timbal pada kue pukis, tunggu sampai hasilnya muncul dan tulis.
Setelah
pemeriksaan timbal pada kue pukis, selanjut kita akan melanjutkan pemeriksaan
arsen pada udang, sampel udang yang telah halus kita masukkan ke dalam botol
arsenic test dan tambahkan AS1 dan AS2 sebanyak 1 ml lalu homogenkan, setelah
dihomogenkan masukkan kertas arsenic tes ke dalam botol, tapi tidak sampai
menyentuh sampel dan biarkan kertas sedikit keluar pada ujung botol, tunggu
hingga 20 menit, setelah hasil keluar kita tulis.
KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil
dan analisa hasil di atas, kami mendapatkan sebanyak 7,34 mg/l timbal(Pb) pada
kue pukis, menurut SNI 7387:2009 kue pukis tidak memenuhi standar batas
maksimum cemaran timbal (Pb) dalam pangan, karna batas maksimumnya, yaitu 0,5 mg/l,
sedangkan hasil arsen (As) pada udang, yaitu 0 mg/l dan itu memenuhi batas
maksimum cemaran arsen (As) dalam pangan, karna batas maksimumnya, yaitu 1,0
mg/l.
DAFTAR
PUSTAKA
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/spektrofotometri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://seulanga23.blogspot.co.id/2013/12/makalah-logam-timbal-pb.html
(diakses, 04 April 2017)
http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-arsen-as.html
(diakses, 04 April 2017)
kerenn
BalasHapuskerenn
BalasHapusTerimakasih postingan laporanya semoga bermanfaat
BalasHapusTerimakasih postingan laporanya semoga bermanfaat
BalasHapusterus tingkatkan yaa dan lanjut kannnn
BalasHapusLaporannya bagus tingkatkan yah
BalasHapusTerimakasih postingan laporanya semoga bermanfaat
BalasHapusterbaik memang, semoga sukses selalu
sangat bermanfaat gun
BalasHapusterimakasih banyak infonya...
BalasHapussemoga sukses selalu
Sukaaaaa 😍
BalasHapusHaii sri, nanya boleh yahh apa cuma timbal saja yg menggunakan metode kolorimetri apakah untuk pemeriksaan arsen boleh menggunakan metode kolorimetri ?
BalasHapusArigato
Makasih, referensinya sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat, bisa buat referensi
BalasHapus